Grovee.co.id , Jakarta – Pemerintah Vietnam kembali mengambil langkah strategis dengan memperpanjang kebijakan penghapusan pajak bahan bakar minyak (BBM) hingga Juni 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga energi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Kementerian Keuangan Vietnam, yang menilai bahwa penghapusan pajak BBM masih sangat dibutuhkan untuk mendukung daya beli masyarakat serta sektor industri. Dengan kebijakan ini, harga BBM diharapkan tetap terkendali dan tidak membebani konsumen.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah Vietnam dalam mengantisipasi dampak fluktuasi harga minyak dunia. Sejak beberapa tahun terakhir, harga energi global mengalami volatilitas tinggi akibat berbagai faktor, termasuk konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok.
Selain membantu masyarakat, kebijakan ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Sektor transportasi, logistik, dan manufaktur menjadi pihak yang paling diuntungkan karena biaya operasional dapat ditekan secara signifikan.
Penghapusan pajak BBM juga berdampak positif terhadap inflasi. Dengan harga bahan bakar yang lebih stabil, tekanan terhadap harga barang dan jasa dapat diminimalisir. Hal ini penting bagi Vietnam yang tengah berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil di atas target nasional.
Meski demikian, sejumlah pengamat ekonomi mengingatkan bahwa kebijakan ini dapat mengurangi pendapatan negara dari sektor pajak. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan mampu menyeimbangkan antara stimulus ekonomi dan keberlanjutan fiskal dalam jangka panjang.
Ke depan, pemerintah Vietnam akan terus memantau kondisi pasar global sebelum memutuskan apakah kebijakan ini akan diperpanjang kembali atau dihentikan secara bertahap.





