Presiden Donald Trump menyatakan kemarahannya terkait operasi militer Amerika Serikat yang menenggelamkan kapal perang Iran di perairan dekat Sri Lanka pada 4 Maret. Menurut Trump, kapal tersebut seharusnya ditangkap, bukan dihancurkan dengan torpedo kapal selam yang menewaskan 87 awak.
“Kalau saya bilang, ‘Apa-apaan ini? Kenapa kita membunuh mereka? Mengapa tidak ditangkap saja dan dimanfaatkan di Angkatan Laut kita?’” ujar Trump saat rapat umum di Hebron, Kentucky, dikutip dari Al Jazeera.
Ia menambahkan, tim militernya menilai awak kapal Iran tidak memenuhi syarat untuk ditahan, namun Trump tetap menyesalkan keputusan tersebut. Ia menceritakan percakapan dengan salah satu jenderalnya:
“Kenapa kita harus membunuh mereka?” tanyanya. Sang jenderal menjawab, “Pak, ini jauh lebih menyenangkan,” kenang Trump.
Pernyataan Trump juga tampaknya terkait dengan insiden sebelumnya, yakni serangan Iran terhadap sejumlah kapal di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu titik panas konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel di kawasan Timur Tengah.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan bahwa serangan terhadap kapal perang Iran itu merupakan serangan langsung pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II.
“Sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Faktanya, kapal itu hancur akibat torpedo kami,” ujar Hegseth dalam konferensi pers, dikutip dari AFP.
Sementara itu, Jenderal Dan Caine menekankan bahwa operasi ini menandai kali pertama kapal selam AS menenggelamkan kapal musuh sejak Perang Dunia II, dan menyebut momen itu sebagai “kematian senyap” bagi target.





