Grove.co.id , Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan hari ini setelah libur panjang Lebaran. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp16.928 per dolar AS, menunjukkan tekanan dari sentimen global yang masih kuat.
Pada pembukaan perdagangan di pasar spot, rupiah terpantau turun dibandingkan posisi sebelum libur Lebaran. Pelemahan ini sejalan dengan penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Analis pasar keuangan menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dolar AS di pasar global. Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat serta perkembangan ekonomi global.
Di sisi lain, arus modal asing juga menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan rupiah. Jika aliran dana asing keluar dari pasar negara berkembang, nilai tukar rupiah berpotensi mengalami tekanan lanjutan.
Meski demikian, sejumlah ekonom menilai pelemahan rupiah masih dalam batas wajar. Fundamental ekonomi Indonesia yang relatif stabil serta kebijakan moneter yang hati-hati dinilai dapat menjaga stabilitas nilai tukar dalam jangka menengah.
Bank Indonesia juga diperkirakan akan terus memantau pergerakan pasar dan menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan yang tersedia.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi global serta perkembangan pasar keuangan internasional yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam beberapa waktu mendatang.





