Presiden Vladimir Putin memerintahkan Kementerian Situasi Darurat Rusia untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Iran, pada Kamis (12/3).
Bantuan tersebut berupa obat-obatan seberat 13 ton yang dikirim terlebih dahulu ke Azerbaijan sebelum diserahkan kepada pihak berwenang Iran.
“Divisi penerbangan kementerian mengatur pengiriman obat-obatan ke Azerbaijan agar dapat diteruskan ke perwakilan resmi pemerintah Iran,” bunyi pernyataan kementerian, dikutip dari Anadolu Agency.
Sebelumnya, pada Senin (9/3), Presiden Putin melakukan panggilan telepon dengan Presiden Donald Trump untuk membahas kemungkinan penyelesaian konflik di sekitar Iran.
Ajudan kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, mengatakan bahwa Putin menyampaikan beberapa gagasan untuk mengakhiri ketegangan di Iran melalui jalur politik dan diplomatik.
Putin mendorong agar dialog yang telah berlangsung dengan para pemimpin negara-negara Teluk, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan pemimpin negara lainnya terus dilanjutkan.
“Pertukaran ide yang berlangsung sangat substantif dan tanpa diragukan lagi memberikan manfaat,” ujar Ushakov, dikutip dari Reuters.
Sementara itu, Presiden Trump juga menyampaikan evaluasi terkait operasi yang dijalankan oleh AS dan Israel.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran. Serangan itu dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Menteri Pertahanan Amir Hatami, dan Komandan Mohammed Pakpour dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).





