Grovee.co.id , Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menyebutkan bahwa defisit APBN berpotensi membengkak karena pemerintah mempercepat realisasi belanja negara dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Purbaya, percepatan belanja yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
“Defisit APBN bisa meningkat karena pemerintah memang sedang kebut belanja untuk mendukung aktivitas ekonomi,” ujar Purbaya dalam sebuah diskusi ekonomi di Jakarta, baru-baru ini.
Belanja Negara Dipercepat
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia terus mempercepat penyerapan anggaran, terutama untuk proyek infrastruktur, bantuan sosial, serta program prioritas nasional.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi tetap stabil.
Namun demikian, percepatan belanja tersebut membuat selisih antara pendapatan negara dan pengeluaran menjadi lebih besar, sehingga defisit anggaran meningkat.
Defisit Masih Dalam Batas Aman
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa kondisi defisit saat ini masih berada dalam batas yang aman sesuai dengan aturan fiskal pemerintah.
Ia menilai pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjaga stabilitas keuangan negara.
Selain itu, pemerintah juga masih mengandalkan penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak untuk menyeimbangkan struktur APBN.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Purbaya menilai strategi percepatan belanja pemerintah merupakan langkah yang cukup efektif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Belanja pemerintah, menurutnya, memiliki efek pengganda terhadap sektor lain seperti industri, perdagangan, dan konsumsi rumah tangga.
“Belanja pemerintah itu penting untuk menjaga ekonomi tetap bergerak, terutama saat sektor swasta masih berhati-hati,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah diharapkan tetap mampu menjaga keseimbangan fiskal sambil terus mendorong aktivitas ekonomi di dalam negeri.





