Grovee.co.id , Jakarta – Program eksplorasi luar angkasa kembali memasuki babak baru. Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, dikabarkan tengah menyiapkan rencana ambisius membangun stasiun di orbit Bulan setelah masa operasional International Space Station (ISS) berakhir sekitar tahun 2030.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas aktivitas manusia di luar orbit Bumi sekaligus mendukung misi eksplorasi lebih jauh menuju planet Mars.
ISS Akan Dipensiunkan pada 2030
Sejak diluncurkan pada tahun 1998, International Space Station telah menjadi laboratorium luar angkasa terbesar yang pernah dibuat manusia. Stasiun ini digunakan oleh berbagai negara untuk penelitian ilmiah, teknologi luar angkasa, hingga eksperimen medis dalam kondisi mikrogravitasi.
Namun setelah lebih dari tiga dekade beroperasi, struktur ISS diperkirakan akan mencapai batas usia teknisnya. Oleh karena itu, NASA bersama mitra internasional merencanakan penghentian operasional sekitar tahun 2030.
Sebagai penggantinya, NASA mendorong pengembangan stasiun luar angkasa komersial di orbit rendah Bumi sekaligus mempersiapkan infrastruktur baru di sekitar Bulan.
Proyek Stasiun Bulan: Lunar Gateway
Rencana pembangunan stasiun di sekitar Bulan sebenarnya sudah masuk dalam program besar eksplorasi luar angkasa NASA yang dikenal sebagai Artemis Program.
Dalam proyek ini, NASA bersama mitra internasional mengembangkan stasiun mini bernama Lunar Gateway yang akan mengorbit Bulan.
Stasiun ini nantinya akan berfungsi sebagai:
- Pusat transit astronaut sebelum turun ke permukaan Bulan
- Laboratorium penelitian di lingkungan luar angkasa yang lebih jauh dari Bumi
- Titik persiapan misi eksplorasi menuju Mars
Dengan keberadaan Lunar Gateway, misi manusia ke Bulan diharapkan bisa dilakukan lebih rutin dan berkelanjutan.
Bagian dari Ambisi Eksplorasi Mars
Menurut NASA, keberadaan stasiun di orbit Bulan akan menjadi langkah penting sebelum manusia benar-benar melakukan perjalanan ke Mars.
Lingkungan Bulan memberikan tempat uji coba teknologi baru seperti:
- Sistem pendukung kehidupan jangka panjang
- Teknik pendaratan dan lepas landas di gravitasi rendah
- Infrastruktur eksplorasi luar angkasa jarak jauh
Teknologi tersebut akan sangat dibutuhkan jika manusia ingin mencapai Mars dalam beberapa dekade mendatang.
Kolaborasi Internasional dan Swasta
Proyek stasiun di Bulan tidak hanya melibatkan NASA. Sejumlah lembaga luar angkasa seperti European Space Agency dan Japan Aerospace Exploration Agency juga ikut berpartisipasi.
Selain itu, perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin juga terlibat dalam pengembangan teknologi roket dan sistem transportasi luar angkasa.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur luar angkasa sekaligus menekan biaya eksplorasi.
Masa Depan Eksplorasi Luar Angkasa
Dengan pensiunnya ISS pada 2030, dunia antariksa diperkirakan akan memasuki era baru. Fokus eksplorasi tidak lagi hanya di orbit rendah Bumi, tetapi mulai meluas ke Bulan dan bahkan Mars.
Jika rencana pembangunan stasiun di orbit Bulan berjalan sesuai jadwal, manusia bisa memiliki pangkalan permanen pertama di sekitar Bulan dalam beberapa dekade mendatang.
Hal ini berpotensi menjadi salah satu langkah terbesar dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.





