Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara kini telah masuk dalam jajaran sovereign wealth fund (SWF) terbesar di dunia. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara tasyakuran satu tahun berdirinya Danantara di Jakarta pada 11 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan rasa syukur karena Indonesia kini memiliki lembaga investasi negara yang mampu bersaing dengan dana kekayaan negara dari berbagai negara besar. Ia bahkan menyebut posisi Danantara berpotensi berada di peringkat keenam atau ketujuh terbesar secara global.
Dorong Pengelolaan Aset Negara Lebih Produktif
Prabowo menegaskan bahwa pembentukan Danantara bertujuan untuk mengonsolidasikan dan mengelola aset negara secara lebih efektif, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.
Menurutnya, pengelolaan aset yang baik akan menjadi kunci untuk meningkatkan nilai investasi dan memperkuat daya saing ekonomi nasional. Ia juga meminta seluruh jajaran pengelola Danantara untuk menjaga integritas serta menyampaikan laporan kinerja yang akurat.
Selain itu, Prabowo menilai pihak internasional juga menunjukkan ketertarikan terhadap keberadaan Danantara. Ia mengatakan banyak mitra luar negeri yang terkesan dengan kualitas sumber daya manusia serta manajemen lembaga tersebut.
Target Kontribusi Besar bagi Ekonomi Nasional
Pemerintah menargetkan Danantara dapat memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Salah satu target yang disampaikan adalah potensi kontribusi hingga 50 miliar dolar AS per tahun dari pengelolaan investasi dan aset negara.
Dana investasi negara ini diharapkan dapat mendukung berbagai proyek strategis, termasuk sektor hilirisasi industri, energi, teknologi, serta pembangunan infrastruktur nasional.
Apa Itu Danantara?
Danantara Indonesia merupakan badan pengelola investasi milik pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada 24 Februari 2025. Lembaga ini dibentuk untuk mengelola dan mengoptimalkan aset negara melalui investasi strategis di berbagai sektor.
Dalam tahap awal, Danantara memiliki pendanaan sekitar 20 miliar dolar AS, namun potensi total aset yang dapat dikelola diperkirakan mencapai lebih dari 900 miliar dolar AS jika seluruh aset BUMN yang direncanakan dimasukkan ke dalam struktur pengelolaannya.
Harapan untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia
Pemerintah berharap Danantara dapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional sekaligus menarik investasi global. Dengan pengelolaan profesional dan transparan, lembaga ini diharapkan mampu menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru di tingkat internasional.
Jika target dan pengelolaan berjalan sesuai rencana, Danantara diproyeksikan menjadi salah satu dana kekayaan negara terbesar di dunia yang berperan besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.





