Grovee.co.id , Jakarta – Wacana Indonesia beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik kembali menjadi perbincangan setelah pernyataan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto yang disebut ingin mendorong penggunaan mobil dan motor listrik secara masif di Indonesia.
Isu tersebut bahkan memunculkan narasi bahwa bensin nantinya hanya akan digunakan oleh kalangan kaya, sementara masyarakat luas akan beralih ke kendaraan listrik.
Prabowo Dorong Transisi Kendaraan Listrik Nasional
Dalam beberapa kesempatan, Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya Indonesia mempercepat transisi energi dan kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Langkah ini juga dianggap strategis karena Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, bahan utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.
Program kendaraan listrik sebenarnya sudah mulai didorong sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui berbagai kebijakan seperti:
- insentif pembelian kendaraan listrik
- pembangunan ekosistem baterai
- pengembangan industri EV nasional
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap Indonesia bisa menjadi pusat produksi kendaraan listrik global.
Benarkah Bensin Hanya untuk Orang Kaya?
Narasi “bensin untuk orang kaya” muncul karena dalam jangka panjang harga bahan bakar fosil diperkirakan akan semakin mahal.
Beberapa analis energi menyebutkan bahwa ketika kendaraan listrik semakin dominan, permintaan bensin akan turun. Jika produksi juga dikurangi, maka harga bensin bisa menjadi jauh lebih mahal dibandingkan listrik.
Dalam kondisi tersebut, hanya segelintir orang yang tetap menggunakan kendaraan berbahan bakar bensin, biasanya karena hobi atau kendaraan klasik.
Namun hingga saat ini belum ada kebijakan resmi yang melarang penggunaan kendaraan bensin di Indonesia.
Target Kendaraan Listrik di Indonesia
Pemerintah Indonesia menargetkan jutaan kendaraan listrik akan beroperasi di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Beberapa langkah yang sedang dilakukan antara lain:
- subsidi motor listrik
- pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU)
- investasi pabrik baterai dan mobil listrik
Dengan strategi ini, Indonesia berharap dapat mengurangi impor BBM sekaligus menekan emisi karbon.
Tantangan Menuju Indonesia Full Kendaraan Listrik
Meski potensinya besar, transisi kendaraan listrik juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti:
- harga kendaraan listrik yang masih relatif mahal
- infrastruktur pengisian listrik yang belum merata
- kekhawatiran masyarakat terhadap daya tahan baterai
Karena itu pemerintah masih menjalankan transisi bertahap, bukan langsung menghapus kendaraan bensin.
Kesimpulan
Wacana “mobil dan motor RI full listrik, bensin untuk orang kaya” sebenarnya lebih merupakan gambaran masa depan energi jika kendaraan listrik menjadi dominan.
Hingga saat ini, pemerintah dan Prabowo Subianto masih fokus pada percepatan adopsi kendaraan listrik, bukan menghapus kendaraan bensin secara langsung.





