Grovee.co.id , Jakarta – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik setelah menyampaikan pernyataan mengejutkan terkait harga mobil Maung, kendaraan nasional produksi PT Pindad. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyindir mobil dinas gubernur yang disebutnya mencapai Rp8 miliar.
Harga Maung, Kendaraan Nasional yang Terjangkau
Prabowo menekankan bahwa harga Maung jauh lebih terjangkau dibandingkan kendaraan dinas pejabat publik. Menurutnya, mobil nasional ini dirancang untuk mendukung mobilitas TNI dan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah mampu menyediakan kendaraan lokal berkualitas tanpa membebani APBN.
“Maung bisa diakses, harganya masuk akal. Tidak seperti mobil dinas gubernur yang harganya sampai Rp8 miliar,” ujar Prabowo dalam acara peresmian Maung terbaru.
Sindiran untuk Mobil Dinas Rp8 Miliar
Pernyataan Prabowo ini secara implisit menyoroti ketimpangan pengeluaran negara untuk kendaraan dinas pejabat. Mobil dinas yang mencapai Rp8 miliar dinilai terlalu mahal dan tidak mencerminkan efisiensi anggaran negara.
Analisis pakar otomotif nasional menyebut bahwa kendaraan sekelas Maung, meski harganya lebih murah, memiliki kemampuan yang kompetitif untuk operasional lapangan. Hal ini membuka wacana publik mengenai pentingnya memprioritaskan kendaraan lokal daripada membeli kendaraan mewah untuk pejabat.
Respons Publik dan Media
Komentar Prabowo ini langsung menjadi viral di media sosial. Banyak netizen menyatakan dukungan terhadap penggunaan kendaraan nasional, sementara sebagian lainnya menyoroti perlunya transparansi anggaran untuk kendaraan dinas.
Beberapa media lokal menyebut pernyataan ini sebagai bentuk kritik halus terhadap borosnya anggaran negara untuk kendaraan pejabat, sekaligus mendorong penggunaan produk dalam negeri yang lebih efisien.
Kesimpulan
Dengan membuka-bukaan soal harga Maung dan menyindir mobil dinas gubernur Rp8 miliar, Prabowo menegaskan pentingnya efisiensi dan penggunaan kendaraan lokal berkualitas. Pernyataan ini bukan hanya mengangkat Maung sebagai simbol kendaraan nasional, tetapi juga memicu diskusi publik tentang pengelolaan anggaran kendaraan pejabat.





