Grovee.co.id , Jakarta – Di era modern saat ini, banyak pekerja menghadapi tekanan yang tidak hanya berasal dari target kerja, tetapi juga dari tugas di luar job desc mereka. Fenomena ini ternyata memiliki dampak serius pada kesehatan mental pekerja.
Menurut para ahli, bekerja di luar deskripsi pekerjaan utama dapat meningkatkan risiko stres, burnout, hingga gangguan kecemasan. Ketika pekerja harus menangani tanggung jawab tambahan tanpa kompensasi atau dukungan yang jelas, rasa frustrasi dan ketidakpuasan kerja meningkat.
“Ketika pekerja merasa tugasnya tidak sesuai dengan kontrak atau keahlian yang dimiliki, hal ini dapat memicu perasaan tidak dihargai dan akhirnya menimbulkan masalah mental,” ujar psikolog kerja, Dr. Rina Suryani.
Beberapa tanda awal yang muncul akibat pekerjaan di luar job desc antara lain:
- Rasa lelah dan tidak berenergi secara kronis
- Sulit fokus atau konsentrasi menurun
- Merasa cemas dan mudah marah
- Motivasi kerja menurun
Untuk mengatasi hal ini, perusahaan dianjurkan:
- Menetapkan job desc yang jelas dan realistis
- Memberikan pelatihan tambahan bila ada tugas baru
- Memberikan penghargaan atau kompensasi yang sesuai
- Membuka komunikasi dua arah agar pekerja bisa menyampaikan kesulitan
Bagi pekerja, penting untuk:
- Membuat batasan jelas dengan atasan
- Memprioritaskan tugas sesuai job desc
- Mengelola stres melalui olahraga, hobi, atau konseling
Dengan memahami risiko kerja di luar job desc, perusahaan dan pekerja dapat bekerja sama menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.





