Grovee.co.id , Jakarta – Pemerintah dikabarkan harus mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,3 triliun setiap bulan untuk menanggung kebijakan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tiket pesawat domestik. Kebijakan ini diambil sebagai upaya menurunkan harga tiket penerbangan yang selama ini dinilai cukup tinggi oleh masyarakat.
Langkah pembebasan PPN tiket pesawat tersebut bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong mobilitas dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Dengan dihapusnya komponen pajak tersebut, harga tiket pesawat diharapkan bisa lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
Sejumlah pengamat ekonomi menilai kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi industri penerbangan dan sektor pariwisata. Harga tiket yang lebih murah diperkirakan akan meningkatkan jumlah penumpang, khususnya pada rute domestik yang selama ini menjadi tulang punggung perjalanan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah harus menanggung konsekuensi fiskal yang cukup besar. Dengan estimasi kebutuhan dana sekitar Rp1,3 triliun per bulan, total anggaran yang dikeluarkan dalam setahun bisa mencapai lebih dari Rp15 triliun.
Meski demikian, pemerintah menilai kebijakan ini sebagai investasi jangka panjang untuk mendorong pergerakan ekonomi. Peningkatan mobilitas masyarakat diyakini akan berdampak langsung pada pertumbuhan sektor pariwisata, perhotelan, serta usaha mikro dan kecil di berbagai daerah.
Para pelaku industri penerbangan pun menyambut positif kebijakan tersebut. Mereka berharap pembebasan PPN tiket pesawat mampu meningkatkan permintaan perjalanan udara yang sempat melambat akibat tingginya biaya operasional dan harga tiket.
Namun sejumlah ekonom mengingatkan agar kebijakan ini tetap diawasi dengan ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Mereka menilai transparansi serta evaluasi berkala penting dilakukan untuk memastikan bahwa pembebasan PPN benar-benar menurunkan harga tiket secara signifikan.
Jika kebijakan ini berjalan efektif, pemerintah berharap sektor penerbangan dapat kembali bergairah dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.





