Grovee.co.id , Jakarta – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Kali ini, kritik tajam datang dari Menteri Keuangan Inggris yang menilai kebijakan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran tidak konsisten dan membingungkan.
Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan sekutu terhadap langkah Washington yang dinilai plin-plan dalam menghadapi konflik di Timur Tengah, khususnya terkait Iran.
Kebijakan Trump Dinilai Tidak Konsisten
Pemerintah Inggris menyoroti sikap Trump yang dinilai berubah-ubah antara pendekatan militer dan diplomasi. Di satu sisi, Trump sempat mengancam akan menyerang Iran jika program nuklir dilanjutkan. Namun di sisi lain, ia juga mengklaim bahwa negosiasi dengan Teheran masih berlangsung.
Ketidakkonsistenan ini dinilai membingungkan sekutu dan berpotensi memperkeruh situasi global.
“Tujuan akhirnya tidak jelas. Apakah ingin perang atau diplomasi?” demikian kritik yang mencuat dari pejabat Inggris.
Inggris Mulai Jaga Jarak dari AS
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahkan disebut mulai mengambil sikap berbeda dari Washington. Inggris dilaporkan menolak memberikan dukungan militer langsung terhadap rencana serangan AS ke Iran.
Selain itu, London juga mendesak adanya pendekatan damai dan gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Iran dan kawasan sekitarnya.
Langkah ini menandai adanya retakan dalam hubungan erat antara kedua negara yang selama ini dikenal sebagai sekutu kuat.
Dampak Global dan Ekonomi
Kritik dari Inggris juga dipicu oleh dampak ekonomi global yang ditimbulkan akibat ketegangan tersebut. Lonjakan harga energi dan ketidakpastian pasar menjadi perhatian utama pemerintah Inggris.
Menurut laporan, kebijakan Trump turut memperburuk tekanan ekonomi di Eropa, sehingga mendorong Inggris untuk mengambil sikap lebih independen dalam kebijakan luar negeri.
Reaksi Iran dan Dunia Internasional
Di sisi lain, Iran juga mengecam keras langkah militer AS yang dianggap tidak memiliki legitimasi internasional. Serangan terhadap wilayah Iran disebut sebagai tindakan ilegal dan provokatif.
Kondisi ini semakin mempertegang situasi global, dengan berbagai negara mulai menyerukan pentingnya diplomasi dibanding eskalasi militer.
Kesimpulan
Kecaman dari Menteri Keuangan Inggris terhadap kebijakan Donald Trump menegaskan adanya kekhawatiran serius dari sekutu Barat terhadap arah kebijakan luar negeri AS.
Dengan strategi yang dinilai tidak konsisten, konflik Iran berisiko semakin melebar dan berdampak pada stabilitas global, baik dari sisi keamanan maupun ekonomi.





