Mengenal Dunia Remaja dari Dekat – Pentingnya memahami perasaan anak yang sedang tumbuh.
Menjadi orang tua dari anak yang tengah memasuki masa remaja memang penuh warna. Ada kebahagiaan, ada kekhawatiran, terutama ketika anak tidak selalu berada di sekitar kita.
Saat ini, anak saya menempuh pendidikan di pondok pesantren, sehingga saya tidak bisa setiap saat mengawasi aktivitasnya atau mengetahui langsung segala keluh kesah yang ia rasakan.
Meski begitu, masa remaja anak justru menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Pengalaman masa remaja saya sendiri menjadi pelajaran berharga. Dulu, saya termasuk anak yang tertutup kepada orang tua. Banyak perasaan dan pengalaman yang saya rasakan, tetapi jarang sekali saya ceritakan kepada mereka.
Karena pengalaman itu, saya berusaha membangun hubungan yang berbeda dengan anak saya. Saya ingin ia tahu bahwa tidak ada hal yang perlu dipendam. Apa pun yang dirasakan, sebisa mungkin ia bisa terbuka dan menceritakannya kepada saya.
Momen Keterbukaan yang Berharga
Salah satu momen yang selalu saya ingat adalah ketika anak saya dengan polos menceritakan bahwa ia mulai menyukai seseorang. Dengan santai ia bercerita tentang seorang perempuan yang menurutnya cantik, pintar, dan salehah. Jujur, saya sempat terkejut, namun di sisi lain saya bersyukur karena ia cukup percaya kepada saya untuk membagikan perasaannya.
Di kesempatan lain, ia juga pernah bercerita bahwa ada seorang perempuan yang menyukainya dan mencoba memaksanya membalas perasaan tersebut. Ketika saya menanyakan perasaannya, ia menjawab dengan jujur, “Aku tidak menyukai dia, makanya aku menjauh.”
Keterbukaan seperti ini menjadi bukti bahwa anak dapat belajar untuk berbagi tanpa rasa takut atau malu. Sebagai orang tua, peran kita bukan hanya mengawasi, tetapi juga menciptakan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan diri.





