Grovee.co.id , Jakarta – Pernah merasa mudah tersinggung atau ngambek setelah tidur malam yang buruk? Ternyata, kurang tidur memang tidak hanya membuat tubuh lelah, tapi juga memengaruhi suasana hati dan perilaku sosial seseorang.
Mengapa Kurang Tidur Bisa Bikin Ngambekan?
Menurut penelitian dari para ahli, kurang tidur dapat menurunkan kadar serotonin dan meningkatkan hormon stres seperti kortisol. Perubahan hormon ini bisa membuat seseorang lebih mudah marah, sensitif, dan reaktif terhadap situasi kecil.
“Kurang tidur memengaruhi bagian otak yang mengatur emosi. Orang yang tidur kurang cenderung lebih impulsif dan mudah frustrasi,” jelas Dr. Sarah Wijaya, psikolog dari Jakarta.
Dampak Kurang Tidur pada Hubungan Sosial
Selain memengaruhi mood, kurang tidur juga berdampak pada hubungan interpersonal. Orang yang kurang tidur sering sulit mengontrol emosinya sehingga mudah bertengkar atau tersinggung. Hal ini bisa menimbulkan ketegangan dalam keluarga, pertemanan, maupun lingkungan kerja.
Tips Mengurangi Dampak Kurang Tidur
- Tidur Cukup – Usahakan tidur 7–9 jam setiap malam agar otak dan tubuh dapat pulih optimal.
- Hindari Gadget Sebelum Tidur – Cahaya biru dari ponsel atau laptop dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membuat kantuk.
- Rutin Berolahraga – Aktivitas fisik dapat membantu tidur lebih nyenyak dan menjaga keseimbangan hormon.
- Manajemen Stres – Meditasi atau teknik relaksasi bisa menurunkan hormon stres dan menjaga mood tetap stabil.
Kesimpulan
Kurang tidur bukan sekadar soal kantuk, tapi juga bisa bikin kamu lebih mudah ngambek dan sensitif. Dengan memperbaiki pola tidur dan gaya hidup, kamu bisa menjaga suasana hati tetap stabil dan hubungan sosial tetap harmonis.





