Grovee.co.id , Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi sorotan publik. Sepanjang sejarahnya, rupiah telah mengalami beberapa kali pelemahan tajam yang berdampak besar terhadap perekonomian nasional. Berikut rangkuman perjalanan anjloknya rupiah dari masa ke masa dalam bentuk infografis yang mudah dipahami.
Krisis Moneter 1998: Titik Terendah Rupiah
Peristiwa paling diingat terjadi saat krisis moneter Asia pada tahun 1997–1998. Rupiah yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.500 per dolar AS, anjlok drastis hingga menyentuh lebih dari Rp16.000 per dolar AS. Kondisi ini menyebabkan inflasi tinggi, banyak perusahaan bangkrut, serta meningkatnya angka pengangguran.
Tahun 2008: Dampak Krisis Global
Pada krisis keuangan global 2008, rupiah kembali tertekan hingga melemah ke kisaran Rp12.000 per dolar AS. Meskipun tidak separah 1998, dampaknya tetap terasa pada sektor ekspor dan investasi.
Tahun 2013: Taper Tantrum
Rupiah kembali mengalami tekanan saat fenomena “taper tantrum” terjadi, yaitu ketika Bank Sentral AS mengurangi stimulus ekonominya. Rupiah melemah dari sekitar Rp9.000 menjadi Rp12.000 per dolar AS dalam waktu relatif singkat.
Tahun 2020: Pandemi COVID-19
Pandemi global COVID-19 menyebabkan ketidakpastian ekonomi dunia. Rupiah sempat melemah hingga menyentuh Rp16.000 per dolar AS akibat capital outflow dan menurunnya aktivitas ekonomi.
Tahun 2024–2026: Tekanan Suku Bunga dan Geopolitik
Belakangan ini, tekanan terhadap rupiah dipicu oleh tingginya suku bunga global, penguatan dolar AS, serta ketegangan geopolitik. Rupiah bergerak fluktuatif dan beberapa kali menyentuh level terlemah dalam beberapa tahun terakhir.
Faktor Penyebab Melemahnya Rupiah
Beberapa faktor utama yang memengaruhi nilai tukar rupiah antara lain:
- Kebijakan suku bunga global
- Neraca perdagangan dan transaksi berjalan
- Arus modal asing (capital flow)
- Kondisi politik dan ekonomi global
- Stabilitas dalam negeri
Dampak Terhadap Masyarakat
Pelemahan rupiah berdampak langsung pada:
- Kenaikan harga barang impor
- Inflasi
- Biaya produksi meningkat
- Daya beli masyarakat menurun
Upaya Menjaga Stabilitas Rupiah
Pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas rupiah, seperti:
- Intervensi pasar valuta asing
- Penyesuaian suku bunga acuan
- Penguatan cadangan devisa
- Mendorong ekspor dan investasi
Kesimpulan
Sejarah menunjukkan bahwa rupiah telah melewati berbagai fase tekanan, baik dari faktor internal maupun eksternal. Meskipun sempat anjlok parah di beberapa periode, upaya stabilisasi terus dilakukan agar perekonomian tetap terjaga.





