Mantan Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO), Hasan Nasbi, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto membahas situasi perang di Timur Tengah dalam rapat terbatas yang digelar di Hambalang, Jawa Barat, pada Senin (9/3/2026).
Menurut Hasan, pertemuan tersebut bertujuan mencari langkah agar Indonesia tidak terdampak krisis akibat konflik yang terjadi di kawasan itu.
Hasan hadir dalam rapat sebagai peserta, bukan sebagai pejabat menteri, sehingga ia mengaku hanya menyimak jalannya diskusi tanpa memberikan masukan.
“Diskusinya seputar kondisi terkini. Ada masalah perang yang terjadi, kemudian dibahas bagaimana Indonesia menyikapi agar tidak masuk ke dalam krisis. Solusinya juga dibicarakan. Tapi yang bicara kan menteri-menteri, saya hanya mendengarkan saja,” ujar Hasan di Istana, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan bahwa dirinya belum mengetahui alasan pasti dipanggil hadir dalam rapat tersebut.
“Saya belum tahu agenda pastinya. Baru bisa memberi informasi setelah rapat selesai,” lanjut Hasan.
Sebelumnya, Hasan terlihat hadir di rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor. Ia duduk di barisan belakang bersama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), M Qodari.
Hasan menyebut bahwa undangan hadir diterimanya hanya pada sore hari sebelum rapat berlangsung, dan saat tiba, rapat sudah berjalan. Ia kemudian diarahkan untuk mendengarkan jalannya pertemuan.
“Kemarin sore protokol Istana menghubungi saya untuk hadir ke Hambalang. Saat sampai, rapat sudah berjalan, dan saya diminta duduk di belakang untuk menyimak,” jelas Hasan kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2026).
Mengenai kapasitas kehadirannya, apakah sebagai Komisaris Pertamina atau jabatan lain di lingkup Istana, Hasan enggan menjawab.
“Coba tanya saja ke Pak Seskab. Saya hanya peserta rapat,” tuturnya.





