Grovee.co.id , Jakarta – Kawasan wisata alam Gunung Bromo resmi ditutup total untuk kunjungan wisatawan mulai 6 hingga 12 April 2026. Penutupan ini dilakukan untuk mendukung proses pemulihan ekosistem dan ritual adat masyarakat Tengger di kawasan taman nasional.
Kebijakan tersebut diumumkan oleh pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang menegaskan bahwa seluruh aktivitas wisata di area Bromo akan dihentikan sementara selama periode tersebut.
Penutupan Gunung Bromo untuk Pemulihan Alam
Menurut pihak pengelola, penutupan sementara kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dilakukan untuk memberikan waktu bagi alam melakukan pemulihan setelah tingginya kunjungan wisatawan dalam beberapa bulan terakhir.
Selama masa penutupan, berbagai aktivitas konservasi akan dilakukan, termasuk:
- Pemulihan vegetasi di kawasan savana
- Pembersihan sampah wisata
- Pemantauan satwa liar
- Restorasi jalur wisata yang rusak
Langkah ini dinilai penting agar kelestarian ekosistem di sekitar Gunung Bromo tetap terjaga.
Berkaitan dengan Tradisi Masyarakat Tengger
Selain untuk konservasi alam, penutupan kawasan juga berkaitan dengan kegiatan budaya masyarakat lokal, yaitu masyarakat Suku Tengger yang mendiami kawasan sekitar Bromo.
Masyarakat Tengger secara rutin mengadakan ritual adat di kawasan gunung yang dianggap suci tersebut. Selama prosesi berlangsung, kawasan biasanya ditutup untuk menjaga kekhusyukan upacara.
Wisatawan Diminta Menyesuaikan Jadwal Kunjungan
Pihak pengelola taman nasional mengimbau wisatawan yang telah merencanakan perjalanan ke Bromo untuk menyesuaikan jadwal kunjungan mereka setelah tanggal 12 April 2026.
Beberapa destinasi populer yang ikut ditutup selama periode tersebut antara lain:
- Kawah Gunung Bromo
- Bukit Bukit Teletubbies
- Pasir Berbisik
- Savana Bromo
- Area sunrise Penanjakan 1
Setelah masa penutupan selesai, kawasan wisata akan kembali dibuka untuk umum seperti biasa.
Upaya Menjaga Pariwisata Berkelanjutan
Penutupan sementara kawasan wisata alam seperti Gunung Bromo merupakan bagian dari upaya menjaga pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Dengan adanya waktu pemulihan ekosistem, diharapkan kondisi alam tetap terjaga dan mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih baik bagi pengunjung di masa depan.
Gunung Bromo sendiri merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia yang setiap tahunnya menarik ratusan ribu wisatawan domestik maupun mancanegara.





