Pelatih Pep Guardiola mengungkapkan evaluasi terhadap performa timnya setelah Manchester City mengalami kekalahan besar dari Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League, Kamis (12/3).
Manchester City datang ke markas Madrid di Stadion Santiago Bernabéu Stadium dengan komposisi pemain yang relatif lebih lengkap dibandingkan tim tuan rumah. Pada awal pertandingan, The Citizens sempat mendominasi jalannya laga melalui sejumlah serangan.
Namun situasi berubah drastis ketika gelandang Madrid, Federico Valverde, mencetak tiga gol pada babak pertama. Gol-gol tersebut datang begitu cepat dan mengejutkan, seakan menjadi pukulan keras bagi tim tamu.
Memasuki babak kedua, Erling Haaland dan rekan-rekannya berusaha bangkit untuk memperkecil ketertinggalan. Meski begitu, hingga peluit akhir berbunyi, City gagal mencetak gol dan harus menerima kekalahan tanpa balas.
Guardiola menilai kegagalan penalti yang dialami Madrid juga sedikit memengaruhi hasil akhir pertandingan.
“Jika penalti itu masuk, skor bisa saja menjadi 4-0. Jadi penyelamatan tersebut membuat kedudukan 3-0 sedikit lebih baik bagi kami,” ujar Guardiola, merujuk pada aksi kiper Gianluigi Donnarumma yang berhasil menahan tendangan penalti dari Vinícius Júnior pada babak kedua.
Meski menghadapi defisit besar, pelatih asal Spanyol itu tetap menegaskan timnya akan mencoba membalikkan keadaan pada pertandingan berikutnya.
“Saya bukan tipe orang yang langsung mengatakan kami pasti bisa membalikkan situasi, tetapi kami akan berusaha. Ada momen ketika transisi permainan berjalan baik, namun ada juga saat tidak. Yang jelas, kami gagal mencetak gol yang sangat kami butuhkan,” kata Guardiola seperti dikutip dari laman resmi UEFA.
Guardiola juga menyoroti beberapa kekurangan timnya, terutama dalam menjalankan instruksi taktik baik ketika menyerang maupun bertahan. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi kepada kualitas permainan lawan.
Menurutnya, strategi yang diterapkan adalah meminta pemain sayap menahan pergerakan lawan agar gelandang memiliki ruang untuk masuk ke area berbahaya.
“Kami sebenarnya beberapa kali mampu memainkan gaya permainan kami. Namun saya harus memberikan pujian kepada Madrid karena mereka memiliki pemain dengan kualitas luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menilai timnya seharusnya dapat bertahan lebih baik pada proses terjadinya gol pertama.
“Pada babak kedua kami sebenarnya tampil lebih baik. Penampilan kami tidak seburuk yang terlihat dari hasil akhir. Madrid bermain sangat baik, sementara kami juga menciptakan banyak peluang. Hanya saja, kami membutuhkan umpan yang lebih akurat,” jelas Guardiola.
Manchester City masih memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut pada leg kedua yang akan digelar pekan depan. Agar bisa melaju ke babak perempat final, tim asal Inggris itu harus meraih kemenangan dengan selisih minimal empat gol.





