Grovee.co.id , Jakarta – Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas yang mengatur perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan ini mendapat perhatian dari berbagai perusahaan teknologi global, termasuk Google dan Meta Platforms, yang menyatakan dukungannya terhadap upaya menciptakan internet yang lebih aman bagi anak-anak.
Regulasi yang digagas oleh pemerintah ini bertujuan memperketat pengawasan penggunaan media sosial oleh anak-anak serta memastikan platform digital menerapkan sistem perlindungan yang lebih kuat.
Google Dukung Upaya Pemerintah Lindungi Anak
Perwakilan Google menyampaikan bahwa perusahaan tersebut mendukung kebijakan pemerintah yang berfokus pada keselamatan pengguna muda di internet.
Menurut pihak Google, perusahaan telah lama mengembangkan berbagai fitur keamanan bagi anak dan remaja, termasuk sistem kontrol orang tua serta pembatasan konten tertentu di platform seperti YouTube dan Google Family Link.
Google juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri teknologi, serta masyarakat untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat.
“Perlindungan anak di internet adalah prioritas global kami. Kami siap bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan pengalaman online yang aman bagi pengguna muda,” ujar perwakilan Google dalam pernyataan resminya.
Meta Siap Ikuti Aturan yang Berlaku
Hal serupa juga disampaikan oleh Meta Platforms, perusahaan induk dari Instagram, Facebook, dan WhatsApp.
Meta menyatakan mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam memperkuat perlindungan anak di dunia digital melalui PP Tunas.
Perusahaan tersebut mengatakan telah mengembangkan berbagai fitur keamanan untuk remaja, seperti pengaturan akun privat secara default bagi pengguna usia muda, pembatasan pesan dari orang asing, hingga sistem verifikasi usia.
Meta juga mengungkapkan bahwa perusahaan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan kebijakan yang diterapkan sejalan dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
PP Tunas Fokus pada Pembatasan Akun Anak
PP Tunas sendiri dirancang untuk mengatur sejumlah aspek penting dalam penggunaan platform digital oleh anak-anak. Beberapa poin yang menjadi fokus regulasi ini antara lain:
- Pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia tertentu
- Kewajiban platform menyediakan sistem verifikasi usia
- Penyediaan fitur kontrol orang tua
- Penguatan sistem keamanan data anak
Regulasi ini diharapkan dapat mengurangi berbagai risiko digital seperti paparan konten berbahaya, eksploitasi anak, hingga kecanduan media sosial.
Industri Teknologi Diminta Patuh
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh perusahaan platform digital yang beroperasi di Indonesia wajib mematuhi aturan dalam PP Tunas. Jika tidak, platform berpotensi menghadapi sanksi administratif hingga pembatasan layanan.
Dengan dukungan dari perusahaan teknologi besar seperti Google dan Meta, pemerintah optimistis implementasi PP Tunas dapat berjalan lebih efektif dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak di Indonesia.





