Grovee.co.id , Jakarta – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda pelonggaran setelah Iran mengizinkan sejumlah kapal internasional melintasi jalur strategis Selat Hormuz. Salah satu perkembangan penting adalah keberhasilan kapal tanker LNG yang terkait dengan Jepang melintasi selat tersebut untuk pertama kalinya sejak konflik regional meningkat pada akhir Februari 2026.
Kapal tanker LNG bernama Sohar LNG, yang sebagian dimiliki perusahaan pelayaran Jepang Mitsui O.S.K. Lines, dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz setelah mendapatkan izin dari otoritas Iran. Keberhasilan pelayaran ini menjadi sinyal awal bahwa aktivitas maritim di jalur energi paling penting di dunia tersebut mulai pulih.
Jalur Energi Vital Dunia Mulai Dibuka
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas global melewati kawasan ini setiap hari. Jalur tersebut menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, serta menjadi rute utama ekspor energi dari negara-negara Timur Tengah.
Namun sejak konflik militer yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026, jalur pelayaran ini sempat mengalami gangguan serius. Banyak kapal tanker dan kapal kargo tertahan karena Iran memperketat kontrol terhadap kapal yang dianggap memiliki hubungan dengan negara-negara yang terlibat dalam konflik.
Sebagai respons terhadap situasi tersebut, Iran hanya mengizinkan kapal dari negara yang dianggap netral atau tidak terlibat dalam konflik untuk melintas, termasuk Jepang dan beberapa negara lain.
Strategi Khusus Saat Melintas
Beberapa kapal yang berhasil melewati Selat Hormuz diketahui menggunakan strategi khusus untuk memastikan keamanan perjalanan. Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa sebagian kapal mematikan sistem pelacak otomatis atau menampilkan identitas nasionalnya secara jelas guna menghindari kesalahpahaman dengan otoritas Iran.
Selain kapal LNG Jepang, sejumlah kapal dari Oman dan perusahaan pelayaran Prancis juga dilaporkan berhasil melintasi selat tersebut dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan ini memberi sinyal bahwa jalur pelayaran mulai dibuka secara terbatas setelah sebelumnya hampir lumpuh total.
Dampak pada Pasokan Energi Global
Keberhasilan pelayaran kapal LNG Jepang menjadi perkembangan penting bagi pasar energi global. Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak mentah, LNG, serta berbagai komoditas energi dari Timur Tengah ke Asia, Eropa, dan Amerika.
Ketika jalur ini terganggu, harga energi global berpotensi melonjak dan mengganggu rantai pasokan dunia. Oleh karena itu, setiap perkembangan yang menunjukkan pemulihan aktivitas pelayaran di kawasan ini dipantau secara ketat oleh pelaku pasar energi internasional.
Meski demikian, para analis menilai bahwa situasi di Selat Hormuz masih sangat sensitif dan bergantung pada perkembangan konflik geopolitik di kawasan tersebut.





