Dampak Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Melonjak
Grovee.co.id , Jakarta – Konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah mulai memberi dampak besar pada pasar energi global. Serangan terhadap fasilitas energi serta ancaman terhadap jalur pengiriman minyak dunia membuat harga minyak melonjak tajam.
Harga minyak mentah Brent bahkan sempat menembus lebih dari 100 dolar per barel, memicu kekhawatiran krisis energi di berbagai negara.
Kondisi ini terjadi karena kawasan Teluk, khususnya jalur Selat Hormuz, merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia. Gangguan di wilayah ini membuat pasokan global terganggu dan harga BBM di berbagai negara ikut terdorong naik.
Daftar Negara yang Kerek Harga BBM Akibat Perang Iran
Lonjakan harga minyak global membuat banyak negara tidak punya pilihan selain menyesuaikan harga bahan bakar di dalam negeri. Berdasarkan berbagai laporan ekonomi energi, puluhan negara telah mengalami kenaikan harga BBM sejak konflik memanas.
Berikut beberapa negara yang tercatat mengalami kenaikan harga bahan bakar:
1. Amerika Serikat
Harga bensin di Amerika Serikat naik signifikan setelah konflik Iran memicu gangguan pasokan minyak. Rata-rata harga bensin nasional bahkan mendekati 4 dolar per galon di beberapa wilayah.
2. Kamboja
Negara di Asia Tenggara ini mengalami salah satu lonjakan harga BBM tertinggi. Harga bensin dengan oktan 95 naik dari sekitar 1,11 dolar per liter menjadi 1,32 dolar per liter hanya dalam beberapa minggu.
3. Bangladesh
Pemerintah Bangladesh bahkan harus mengambil langkah penghematan energi dan pembatasan penggunaan BBM karena meningkatnya biaya impor bahan bakar.
4. Thailand
Lonjakan harga minyak global membuat pemerintah Thailand mempertimbangkan subsidi tambahan untuk menahan harga BBM domestik.
5. Jepang
Sebagai negara pengimpor energi terbesar di Asia, Jepang ikut merasakan tekanan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.
6. Inggris
Di Inggris, analis memperkirakan harga bensin dan diesel bisa melonjak tajam jika konflik terus berlanjut.
7. Jerman dan Negara Eropa Lain
Sejumlah negara Eropa juga mengalami lonjakan harga energi, terutama gas dan bahan bakar, akibat gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Indonesia Juga Mulai Menyesuaikan Harga BBM
Dampak konflik Iran juga dirasakan di Indonesia. Sejumlah BBM non-subsidi mengalami penyesuaian harga sejak awal Maret 2026.
Contohnya:
- Pertamax naik menjadi sekitar Rp12.300 per liter
- Pertamax Green naik menjadi Rp12.900 per liter
- Dexlite naik menjadi Rp14.200 per liter
Sementara itu, pemerintah memastikan BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dipertahankan harganya untuk menjaga daya beli masyarakat.
Mengapa Perang Iran Bisa Mempengaruhi Harga BBM Dunia?
Ada beberapa alasan utama mengapa konflik Iran berdampak besar terhadap harga energi global:
- Gangguan jalur pengiriman minyak dunia di Selat Hormuz
- Serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah
- Ketidakpastian pasokan global
- Spekulasi pasar energi internasional
Jika konflik terus berlanjut, para analis memperkirakan harga minyak bahkan bisa menembus 180 dolar per barel.
Kesimpulan
Perang Iran bukan hanya konflik regional, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap ekonomi global. Lonjakan harga minyak memaksa banyak negara menaikkan harga BBM atau memberikan subsidi tambahan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Jika ketegangan geopolitik tidak mereda, kenaikan harga energi diperkirakan masih akan berlanjut dan mempengaruhi lebih banyak negara di seluruh dunia.





