Grovee.co.id , Jakarta – Perusahaan petrokimia asal Korea Selatan, Lotte Chemical, dilaporkan mulai memangkas kapasitas produksinya di Indonesia akibat terbatasnya pasokan bahan baku. Kondisi ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global serta fluktuasi harga energi yang masih belum stabil.
Menurut sumber industri, penurunan produksi ini terutama terjadi pada fasilitas pengolahan yang bergantung pada bahan baku impor seperti naphtha dan etilena. Kenaikan harga bahan baku dalam beberapa bulan terakhir membuat biaya operasional meningkat signifikan, sehingga perusahaan mengambil langkah efisiensi.
Selain itu, melemahnya permintaan dari sektor manufaktur domestik juga turut menjadi faktor penentu. Industri hilir seperti plastik dan kemasan mengalami perlambatan, yang berdampak langsung pada kebutuhan bahan petrokimia.
Sejumlah analis menilai langkah yang diambil Lotte Chemical merupakan strategi jangka pendek untuk menjaga margin keuntungan. “Dengan kondisi pasar saat ini, pengurangan produksi adalah langkah realistis untuk menyeimbangkan antara suplai dan permintaan,” ujar seorang analis energi.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan industri hulu guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor. Proyek pengembangan kilang dan petrokimia terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan bahan baku dalam negeri dalam beberapa tahun ke depan.
Meski menghadapi tantangan, Lotte Chemical tetap berkomitmen untuk melanjutkan investasinya di Indonesia. Perusahaan tersebut sebelumnya telah mengumumkan rencana ekspansi besar melalui pembangunan kompleks petrokimia baru yang diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri kimia di Asia Tenggara.
Kata kunci SEO: Lotte Chemical Indonesia, bahan baku menipis, produksi petrokimia turun, industri kimia Indonesia, harga naphtha naik, rantai pasok global.





