Grovee.co.id , Jakarta – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan optimisme bahwa ekspor kelapa sawit Indonesia akan mencapai 32 juta ton pada tahun 2025. Target tersebut dinilai realistis seiring meningkatnya permintaan global terhadap minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Amran menjelaskan bahwa sektor perkebunan sawit masih menjadi salah satu penopang utama ekspor nasional dan berperan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika pasar global.
“Kami optimistis ekspor sawit Indonesia bisa mencapai 32 juta ton pada 2025. Permintaan global masih sangat tinggi, terutama dari negara-negara Asia dan Eropa,” ujar Amran dalam keterangannya.
Menurutnya, pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas perkebunan melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR) serta penerapan teknologi pertanian modern agar produksi dapat meningkat secara berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat diplomasi perdagangan guna memastikan akses pasar ekspor tetap terbuka. Beberapa negara tujuan utama ekspor sawit Indonesia antara lain India, China, dan negara-negara Uni Eropa.
Amran menambahkan bahwa peningkatan ekspor sawit tidak hanya berdampak pada penerimaan devisa negara, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani sawit di berbagai daerah.
Data menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi produsen dan eksportir minyak sawit terbesar di dunia, dengan kontribusi signifikan terhadap pasar global.
Dengan strategi peningkatan produksi dan perluasan pasar ekspor, pemerintah berharap industri sawit nasional tetap kompetitif sekaligus mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun-tahun mendatang.





