Groove.co.id , Jakarta – Pemerintah menaruh harapan besar pada momentum bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri tahun ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan optimisme bahwa aktivitas ekonomi selama Ramadan hingga Lebaran akan memberi kontribusi signifikan terhadap kinerja ekonomi pada kuartal pertama 2026.
Menurut Airlangga, peningkatan konsumsi masyarakat biasanya terjadi menjelang dan selama Ramadan. Belanja kebutuhan pokok, pakaian, transportasi, hingga sektor pariwisata cenderung meningkat tajam selama periode tersebut.
“Momentum Ramadan dan Lebaran selalu menjadi pendorong utama konsumsi domestik. Kami optimistis hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini,” ujar Airlangga dalam keterangannya.
Konsumsi Rumah Tangga Jadi Motor Ekonomi
Konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Lebaran dikenal sebagai salah satu motor utama penggerak ekonomi di Indonesia. Tradisi berbuka bersama, mudik, hingga belanja kebutuhan hari raya membuat perputaran uang meningkat di berbagai sektor.
Beberapa sektor yang biasanya mengalami lonjakan permintaan antara lain:
- Ritel dan pusat perbelanjaan
- Transportasi darat, laut, dan udara
- Industri makanan dan minuman
- Pariwisata dan perhotelan
- UMKM dan pasar tradisional
Pemerintah memperkirakan aktivitas mudik dan belanja masyarakat akan meningkatkan peredaran uang di daerah-daerah, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih merata.
Pemerintah Jaga Stabilitas Harga
Selain mendorong konsumsi, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan.
Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain:
- Operasi pasar bahan pangan
- Pengawasan distribusi logistik
- Stabilisasi harga komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap inflasi tetap terkendali meskipun permintaan meningkat selama periode Ramadan dan Lebaran.
Target Pertumbuhan Ekonomi Tetap Terjaga
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional di tengah dinamika global. Momentum Ramadan dan Lebaran dinilai mampu menjadi katalis bagi peningkatan aktivitas ekonomi domestik.
Jika konsumsi masyarakat meningkat sesuai proyeksi, maka pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 berpotensi tetap berada dalam target yang telah ditetapkan pemerintah.
“Dengan konsumsi domestik yang kuat, kita berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di tengah berbagai tantangan global,” kata Airlangga.





