Grovee.co.id , Jakarta – Krisis energi global kembali mengguncang dunia pada tahun 2026. Dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menghambat jalur distribusi minyak di Selat Hormuz, harga minyak mentah dunia sempat melambung hingga menyentuh angka $150 per barel.
Kondisi ini memaksa banyak negara untuk memutar otak demi menjaga ketahanan energi domestik. Rusia, meskipun masih dibayangi berbagai sanksi internasional, muncul sebagai penyedia pasokan alternatif yang paling diincar karena menawarkan harga yang lebih kompetitif.
Berikut adalah 7 negara yang kini menjadi ‘pemburu’ utama minyak Rusia untuk menyelamatkan ekonomi mereka dari kelangkaan energi.
1. China
Sebagai konsumen energi terbesar di dunia, China tetap berada di posisi puncak. Pada awal 2026, hampir 48% ekspor minyak mentah Rusia mengalir ke Negeri Tirai Bambu. Hubungan strategis antara Beijing dan Moskow memastikan aliran energi tetap stabil melalui pipa East Siberia-Pacific Ocean (ESPO) maupun pengiriman laut.
2. India
India telah bertransformasi menjadi pembeli raksasa minyak Rusia sejak 2022, dan tren ini menguat di 2026. Dengan porsi mencapai 37% dari total ekspor Rusia, India memanfaatkan minyak mentah ini untuk memenuhi kebutuhan kilang domestik sekaligus mengekspor kembali produk olahannya ke pasar global.
3. Turki
Turki menjadi pemain kunci sebagai jembatan energi antara Asia dan Eropa. Selain menjadi pembeli utama minyak mentah, Turki tercatat sebagai pengimpor produk minyak (seperti solar dan bensin) terbesar dari Rusia, dengan pangsa mencapai 27%.
4. Indonesia
Indonesia secara resmi bergabung dalam barisan negara pemburu minyak Rusia pada April 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa pengiriman perdana minyak mentah dari Moskow mulai dieksekusi untuk memperkuat stok nasional di tengah lonjakan harga BBM global. Kerja sama ini disebut sebagai langkah taktis untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
5. Malaysia
Menyusul langkah Indonesia, Malaysia juga memperluas jangkauan impor energinya ke Rusia. Meski memiliki produksi minyak domestik, Malaysia tetap mengincar pasokan Rusia untuk memenuhi kebutuhan kilang mereka yang terus meningkat, terutama saat jalur logistik dari Timur Tengah terganggu.
6. Brasil
Di kawasan Amerika Latin, Brasil muncul sebagai importir produk minyak Rusia yang signifikan. Brasil memanfaatkan harga diskon dari Rusia untuk menjaga sektor transportasi dan agribisnis mereka tetap kompetitif di pasar internasional.
7. Hungaria
Meskipun berada di tengah tekanan Uni Eropa, Hungaria tetap mempertahankan impor minyak Rusia melalui jalur pipa. Ketergantungan infrastruktur yang tinggi membuat Hungaria menjadi salah satu dari sedikit negara Eropa yang masih secara terbuka “memburu” dan mengandalkan pasokan dari Rusia demi stabilitas ekonomi dalam negeri.
Catatan Redaksi: Krisis energi 2026 diprediksi masih akan berlangsung sepanjang kuartal kedua, memaksa negara-negara importir neto minyak untuk mencari keseimbangan antara tekanan politik internasional dan kebutuhan hidup rakyatnya.





