Grovee.co.id , Jakarta – Sebanyak 4.090 pelaut Indonesia tercatat menjadi tulang punggung operasional maritim di Pertamina. Jumlah ini jauh melampaui awak kapal warga negara asing (WNA) yang hanya mencapai 278 orang.
Dominasi pelaut dalam negeri ini menjadi bukti kuat bahwa sumber daya manusia (SDM) Indonesia memiliki kompetensi tinggi dalam mendukung distribusi energi nasional, khususnya di sektor migas dan logistik laut.
Direksi Pertamina menegaskan bahwa perusahaan terus berkomitmen untuk mengutamakan tenaga kerja lokal dalam operasionalnya. Selain mendukung kemandirian energi, langkah ini juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi nasional.
“Pelaut Indonesia memiliki kualitas dan profesionalisme yang mampu bersaing di tingkat global. Ini menjadi kebanggaan sekaligus kekuatan utama kami,” ujar perwakilan manajemen.
Keberadaan ribuan pelaut RI ini tersebar di berbagai armada kapal, mulai dari kapal tanker hingga kapal distribusi energi yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Mereka memainkan peran vital dalam memastikan pasokan energi tetap stabil, terutama di daerah terpencil.
Sementara itu, penggunaan tenaga kerja asing yang hanya berjumlah 278 orang umumnya difokuskan pada posisi tertentu yang membutuhkan keahlian khusus. Namun demikian, Pertamina tetap berupaya melakukan alih pengetahuan agar posisi tersebut ke depan dapat diisi oleh tenaga lokal.
Pengamat industri energi menilai bahwa dominasi pelaut RI ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan energi nasional. Selain efisiensi biaya, penggunaan tenaga kerja lokal juga memberikan dampak sosial yang signifikan, seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pencapaian ini, Pertamina diharapkan terus meningkatkan kualitas SDM pelaut melalui pelatihan dan sertifikasi berstandar internasional agar mampu bersaing di pasar global.





